Home » Dan at The Movies » THE EQUALIZER 2 (2018)

THE EQUALIZER 2 (2018)

THE EQUALIZER 2: A WORTHY SEQUEL OF TV ADAPTED VIGILANTE SUPERHERO WITH SIMILAR INGREDIENTS

Sutradara: Antoine Fuqua

Produksi: Columbia Pictures, Escape Artists, Zhiv Productions, Mace Neufeld Productions, Picture Farm, Sony Pictures Releasing, 2018

Image: impawards.com

Sempat diproduksi selama 4 tahun dari 1985-1989 di studio CBS, serial TV The Equalizer sebenarnya bukanlah terlalu populer. Karena itu juga mungkin, usaha Antoine Fuqua mengadaptasinya secara lepas menjadi film layar lebar di tahun 2014, meramaikan trend geriatric action bisa terasa lebih leluasa tanpa beban ini-itu. Yang diambil hanya sebatas karakter titular-nya, pensiunan agen rahasia yang berkeliaran di jalan main hakim sendiri demi keadilan. Terdengar seperti konsep grounded superhero tak berkostum di ranah non-fantasi, seperti itulah Fuqua membentuk karakter Robert McCall yang kini diperankan Denzel Washington di usia 60an. Denzel dengan mengejutkan bisa meng-handle adegan-adegan aksi dengan tingkat kesadisan tinggi bak Liam Neeson di franchise Taken, jelas di luar film-filmnya yang biasa.

Dari sebuah introduksi aksi menghentak di sebuah kereta api, The Equalizer 2 melanjutkan kiprah McCall yang kini berlalu-lalang di jalanan Massachusetts sebagai supir Lyft (sejenis Uber) sambil mencari orang-orang yang membutuhkan pertolongannya, juga dengan bantuan rekannya, detektif Susan Plummer (Melissa Leo). Tak hanya yang memerlukan cara vigilante, ia juga menolong seorang kakek tua (Orson Bean) mencari informasi adik perempuannya yang lama terpisah sejak holocaust dan membantu seorang remaja Miles Whittaker (Ashton Sanders) menggunakan bakat seninya untuk memperbaiki lingkungan. Kala pembunuhan misterius seorang agen di Brussels berujung pada kematian Susan yang tengah menyelidikinya bersama mantan rekan McCall di DIA (Defense Intelligence Agency), Dave York (Pedro Pascal), McCall pun mengamuk memburu orang-orang yang berada di balik konspirasi ini.

Tetap ditulis oleh Richard Wenk yang selain sudah berkolaborasi dengan Denzel & Fuqua di film pertama berikut remake 2016 The Magnificent Seven, juga sekuel franchise dengan pendekatan sejenis – Jack Reacher: Never Go Back, ia bersama Fuqua pada dasarnya tetap mempertahankan formula instalmen awalnya. The Equalizer 2 tetap bergerak sangat perlahan, tenang walau menghanyutkan namun sesekali dipecahkan dengan aksi-aksi pertarungan cepat dan sadis menuju klimaks yang sama seperti sebelumnya, menanjak secara eksplosif – kali ini di tengah terjangan badai di pinggir laut yang jarang-jarang kita lihat.

Menyempalkan sedikit konflik dan motivasi lebih personal, skrip Wenk juga diisi dengan pendekatan konsep yang makin menguatkan sosok McCall bak seorang vigilante superhero yang kadang bisa terasa preachy seperti sekuens antiklimaks agak puitis yang mungkin agak kepanjangan, namun tetap bergerak kuat dan cukup emosional di tangan Denzel sebagai pusatnya. Pedro Pascal yang punya banyak kemiripan dengan Burt Reynolds muda didapuk sebagai lawan tangguhnya kali ini, sementara masih ada dua aktor senior Melissa Leo dan Bill Pullman yang melanjutkan peran mereka dan aktor muda dari film indie pemenang Oscar – Moonlight, Ashton Sanders di subplot everyday’s hero itu.

Sinematografi dan editing dari dua kru veteran, masing-masing oleh Oliver Wood (Die Hard 2, Face/Off) dan Conrad Buff IV (pemenang Oscar lewat Titanic) plus scoring melodius dari Harry Gregson-Williams, jarang-jarang ada di sinema sekarang, menambah tiga lagi sisi menonjol dalam departemen teknisnya. Dikenal sebagai sineas berbakat yang seringkali lemah di kemasan ending (The Replacement Killer, Training Day) serta pernah pula anjlok cukup parah lewat King Arthur (2004) dan remake The Magnificent Seven, di franchise ini, paling tidak Fuqua bisa menanggalkan kekurangan itu.

Walau mungkin tak sekuat yang pertama atas faktor pengenalan kuat tampilan Denzel Washington yang berbeda dari biasanya, Wenk, Fuqua dan Denzel sebagai MVP terdepannya sudah membuktikan pendekatan formula mereka bisa menghadirkan sesuatu yang fresh di genre-nya. Bahwa trend geriatric action bisa juga tampil pelan tapi menghentak di saat yang tepat, puitis pula tanpa harus selalu membombardir penontonnya dengan gelaran aksi nonstop. A worthy sequel of TV adapted vigilante superhero. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)