Home » Dan at The Movies » FANTASTIC BEASTS: THE CRIMES OF GRINDELWALD (2018)

FANTASTIC BEASTS: THE CRIMES OF GRINDELWALD (2018)

FANTASTIC BEASTS: THE CRIMES OF GRINDELWALD: EXPANSION IN AN EXPANSION, DAZZLING VISUALS BUT OVERSTUFFED AND LESS ROUSING ACTION

Sutradara: David Yates

Produksi: Warner Bros. Pictures, Heyday Films, 2018

Image: impawards.com

Beralih dari Harry Potter ke franchise besar bernama Wizarding World untuk memuat semua media termasuk teater dan audio hingga theme park dalam semesta berdasar novel karya J.K. Rowling ini, ekspansinya pun merambah sebuah film prekuel spin-off berjudul Fantastic Beasts setelah 8 film Harry Potter berakhir. Mengisahkan petualangan penyihir Newt Scamander dan makhluk-makhluk fantastis di seputar masa muda Albus Dumbledore sesuai kelanjutan semesta novelnya, tak tanggung-tanggung, Rowling dan Warner Bros. merencanakan 5 instalmen untuknya.

Dimulai dengan Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) yang menyambung benang merahnya dengan baik di balik segala rasa dan atmosfer Wizarding World dan karakter-karakter tak kalah kuat, kini hadir instalmen keduanya, The Crimes of Grindelwald. Sempat pula ada sedikit kontroversi soal pemilihan Johnny Depp sebagai karakter antagonis utama dan etnis aktris Korea – Claudia Kim yang memerankan putri ular Nagini (Acha Septriasa sempat di-sign namun urung memerankan karakter dengan latar belakang asal rimba Indonesia; sayang sekali).

The Crimes of Grindelwald pun dimulai dengan pelarian penyihir jahat Gellert Grindelwald (Johnny Depp) setelah tertangkap oleh kongres sihir AS MACUSA di akhir film pertama. Berencana mengumpulkan pasukan penyihir jahatnya, Albus Dumbledore (Jude Law) lantas menugaskan Newt Scamander (Eddie Redmayne) untuk menggagalkannya, tanpa menyadari niat Grindelwald mulai memecah belah Newt dan rekan-rekannya. Kembali bergabung bersama Tina Goldstein (Katherine Waterston), Auror kementrian sihir Inggris, No-Maj veteran WWI Jacob Kowalski (Dan Fogler) dan adik Tina, Queenie (Alison Sudol), misi ini juga masih diliputi pencarian identitas Credence Barebone (Ezra Miller), juga Leta Lestrange (Zoe Kravitz) yang kini menjadi tunangan kakak Newt, Theseus (Callum Turner).

Tetap disutradarai David Yates dari 4 instalmen terakhir Harry Potter plus Fantastic Beasts pertama, skrip yang kembali langsung dibesut Rowling kini membawa prekuel ini lebih jauh menampilkan karakter-karakter baru untuk membangun ekspansi konfliknya. Sayangnya, setup konflik dengan banyak karakter dan subplot, seperti ekspansi di dalam ekspansi itu, hadir dengan berbelit, convoluted, overstuffed, tanpa penceritaan memadai. Dipenuhi distraksi yang tak mampu benar-benar menggenggam perhatian seperti film pertamanya yang seru dan efektif. Dan narasinya terasa semakin tumpang tindih menutupi adegan-adegan klimaks yang seharusnya bisa jauh lebih menarik.

Lebih mirip sebuah prolog baru yang membuat instalmen pertamanya jadi bagai sebuah appetizer lezat buat perkenalan karakter, bukan berarti ia sama sekali gagal. Paling tidak, Yates tetap bisa menghadirkan visual dan adegan-adegan fantastis dalam atmosfernya secara keseluruhan di antara karakter-karakter baru yang walau makin penuh sesak tapi sebagiannya cukup mencuri perhatian termasuk Turner dan Kim (walaupun kita jadinya kerap membayangkan Acha Septriasa akan masuk lebih sempurna untuk karakter Nagini; yes we see her in every Kim’s scenes), begitu pula tampilan makhluk-makhluk fantastis yang dijadikan judul ini. Sinematografi dari award winning DoP Prancis veteran Philippe Rousselot (Interview with a Vampire, Sherlock Holmes) pun tetap memikat, juga scoring dari James Newton Howard.

Bersama Redmayne dan karakter-karakter sebelumnya, baik Jude Law, Ezra Miller dan Johnny Depp sebagai tokoh-tokoh sentralnya juga bukan tak tampil baik. Hanya saja, skrip Rowling memang harus diakui tak begitu kuat membingkai semua interkoneksinya. Belum lagi, adegan-adegan aksinya juga tak bisa muncul se-seru dan menghentak seperti di film pertama untuk mengimbangi digdaya visual itu, pun eskalasi pace-nya yang terasa kelewat naik turun.

Apa boleh buat, walau tak seburuk yang dikatakan sebagian kritikus luar sebagai pembunuh franchise, The Crimes of Grindelwald tetap akan bisa menarik perhatian fans setia Harry Potter dan Wizarding World, sementara buat yang tak cukup puas, mungkin boleh menunggu kelanjutannya di tahun 2020 nanti, yang mudah-mudahan bisa tampil lebih baik. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)