Home » Dan at The Movies » HAPPY DEATH DAY 2U (2019)

HAPPY DEATH DAY 2U (2019)

HAPPY DEATH DAY 2U: BACK TO THE FUTURE II MEETS QUANTUM LEAP, STILL A FUN SPIN ON TEEN SLASHER GENRE

Sutradara: Christopher Landon

Produksi: Blumhouse Productions, Universal Pictures, 2019

Image: impawards.com

Kecuali percikan nostalgia ke genre teen slasher yang kembali bangkit di era ‘90an dengan kecerdasan Scream dan konsep metanya, tak ada sebenarnya yang terlalu baru dari Happy Death Day saat dirilis Oktober 2017. Bedanya, di bawah bendera Blumhouse – PH milik Jason Blum, produser bertangan emas yang piawai memanfaatkan bujet di film-film genre, kreatornya – Christopher Landon (putra Michael Landon dari The Little House on the Prairie/Highway to Heaven yang sangat dikenal pemirsa TVRI 70-80an) mengombinasikan trope genrenya termasuk pembunuh bertopeng yang berkeliaran di kampus dengan premis Groundhog Day plus bintang-bintang remaja yang potensial.

Dengan hasil BO 125 juta dolar lebih dari bujet tak sampai 5, jelas artinya ada ketepatan penggunaan formula di sana. Jadi tentu tak ada alasan untuk tak melanjutkannya. Langsung membawa Tree (Jessica Rothe) terjebak kembali di time loop serupa namun kini lebih mengarah ke dimensi paralel dengan kelanjutan berbeda yang belakangan disadarinya punya kausa – proyek sains rekan-rekan Carter (Israel Broussard); Ryan Phan (Phi Vu), Samar (Suraj Sharma) dan Dre (Sarah Yarkin), mereka pun berusaha menghentikan ekses eksperimen ini sebelum peralatan mereka diberangus oleh dekan Bronson (Steve Zissis).

Resep yang bisa jadi sangat repetitif tapi bukan tak punya dasar – ini seperti apa yang dilakukan Robert Zemeckis di Back to the Future II dulu, memang membawa Happy Death Day 2U ke ranah fiksi ilmiah fisika kuantum ketimbang baik konten bantai-membantai dan juga konklusi ala Groundhog Day soal perubahan karakter. Ada dua sisi koin memang dari visi Landon mengekspansi franchise yang sekaligus terlihat sangat personal di segala sisi penanganannya. Sekuel ini paling tidak tak pernah tergelincir jadi proyek aji mumpung tanpa isi sama sekali, juga menunjukkan talenta Landon yang terasa visioner.

Di satu sisi, konsep tingginya membuat skrip yang juga ditulis Landon tak bisa sepenuhnya menghindari plot hole apalagi bicara soal fisika kuantum membolak-balik apa yang ada di film pertama selain terasa repetitif. Tapi di baliknya, kesempatan mengelevasi materinya ke eksplorasi genre yang luas terbentang jelas. Bisa jadi liar, tapi juga sangat tak biasa. Apalagi, ia dengan cermat menggeser fokus bergantian di antara karakternya yang sangat beragam sampai ke etnis Vietnam serta India, walau belum terlalu jauh dari permainan gimmick.

Untungnya lagi, potensi bintang yang memang tergelar bagus di film pertama tetap bisa dipertahankan di sini. Jarak satu setengah tahun dengan eksekusi sekuel menyambung langsung akhir film sebelumnya benar-benar tak perlu lama buat mengembalikan ingatan kita sebagai pemirsanya dengan talenta-talenta akting yang dipilih dengan cermat ini. Jessica Rothe sebagai Tree yang se-bersinar Neve Campbell di Scream dengan perpaduan tampilan Blake Lively dan Britney Spears – tetap muncul dengan daya magnet luar biasa menyambung nyawa karakternya; membuat kita peduli dengan pilihan-pilihan termasuk kala sisi dramatis keluarga disempalkan ke dalamnya. Begitu pula Broussard yang punya persona kuat sebagai pendampingnya, juga tiga comic relief yang di sini diserahi porsi jauh lebih penting bahkan ke karakter pendamping lain di pola Mean Girls-nya.

Bagi sebagian penonton, Happy Death Day 2U boleh jadi bukan sekuel yang sempurna dan tetap belum bisa menyaingi inovasi film pertama walau masih tetap diwarnai twist-twist klise soal perselingkuhan, tapi lihat lebih lagi, pilihan Landon untuk membawa formulanya ke ranah baru di elemen-elemen serupa yang secara konsisten masih dipertahankan, itu jelas sesuatu. Lagi pula, apa yang sebenarnya dicari dari genre ini selain hiburan yang fun di kombinasi temanya? Silahkan jawab sendiri. (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter