Home » Dan at The Movies » EXTREME JOB (2019)

EXTREME JOB (2019)

EXTREME JOB: HARD HITTING ACTION, FRIED CHICKEN-PORN AND A BIG, BIG, BIG LAUGH

Sutradara: Lee Byeong-heon

Produksi: About Film, Haegrim Pictures, CJ Entertainment, 2019

Ada baiknya memang bioskop-bioskop kita sekarang hampir rutin menayangkan film Korea dari salah satu jaringan yang ada. Kemajuan pesat sinema mereka melahirkan banyak sekali ide dan inovasi walaupun rata-rata tetap terinspirasi dari produk luar seperti Hollywood. Sayangnya memang importir masih harus bertarung dengan pendeknya window time film-film mereka untuk dirilis di platform online dan dengan cepat beralih ke cakram bajakan kita. Tapi paling tidak, di situ kita bisa belajar bagaimana langkah-langkah kreativitas filmmaker mereka membalut semua elemennya jadi sesuatu yang bukan saja padu, tapi juga baru.

Extreme Job yang hadir minggu ini agaknya cukup, bahkan sangat spesial, atas kiprahnya memecahkan rekor BO 10 juta penonton dalam 15 hari dan terus melaju membayangi film terlaris mereka, Roaring Currents. Wujudnya sendiri adalah sebuah action comedy yang bukan juga benar-benar baru. Hanya saja, ada faktor kedekatan kultural di sana, satu yang memang mendasari mengapa film-film mereka tetap punya ciri khas budaya – lagi-lagi, untuk membuatnya jadi sesuatu yang beda.

Datang dari sutradara Lee Byeong-heon – juga penulis Sunny, film laris 2011 yang sebentar lagi di-remake oleh Miles Films, Extreme Job punya premis lucu soal 5 polisi underdog yang terpaksa menyaru menjadi keluarga penjual ayam goreng untuk membongkar sebuah transaksi gembong narkoba. Tanpa disangka, restoran yang mereka kelola sebagai penyamaran jadi laku dan terkenal dan ini memicu rangkaian kekacauan lain yang semakin mengganggu operasi mereka.

Letak kekuatan Extreme Job memang ada pada skrip yang ditulis oleh Bae Se-young dan ritme penyutradaraan Byeong-hon yang sudah membuat elemen komedinya pecah sejak menit-menit pertama. Dimulai dengan adegan penggerebekan berantakan berlanjut kejar-kejaran di tengah jalan diiringi komposisi plesetan Misirlou-nya Pulp Fiction, eskalasinya sesekali meledak namun benar-benar menanjak seketika tanpa disangka dengan selipan twist gila menuju 20 menit bagian akhir. Menjadi salah satu finale tergila sekaligus terbaik yang pernah kita lihat di film, 20 menit durasi klimaksnya benar-benar mengantarkan ledakan tawa sekaligus aksi baku hantam beradrenalin tinggi, plus sebuah tribute ke karya klasik John WooA Better Tomorrow (di sini dirilis dengan judul Gangland Boss).

Di luar twist, ritme dan eskalasi elemen-elemennya ada di jalur sama baiknya dengan aksi komedi polisi Veteran (2015) karya Ryoo Seung-wan yang juga bertengger di deretan ke-4 film terlaris mereka. Menggabungkan komedi slapstick dan situasi secara mulus namun tetap ada garis plot serius di balik motivasi misinya, mereka bahkan masih sempat-sempatnya menyelipkan drama keluarga sebagai unsur penting sinemanya yang jarang tertinggal di genre apapun. Bagian-bagian ini memang sekilas terlihat seperti selipan komedik namun sebenarnya punya makna berlapis dalam interkoneksi karakternya. Lantas juga, nyaris sebuah foodporn soal kultur restoran ayam goreng berbandrol Chicken & Hof yang bertaburan di kawasan-kawasan turisme tersibuk mereka.

Tapi lebih dari premis yang sudah terdengar menarik walaupun sudah pernah dilihat di banyak film lain, terakhir lewat serial TV Breaking Bad, pengembangan plot-nya memang benar-benar terbangun sempurna di ansambel yang tepat. Bukan hal baru lagi kalau sinema Korea memang leluasa memberi ruang untuk aktor-aktor berparas tak rupawan namun punya potensi akting hebat dari yang di-plot sebagaimana mestinya hingga yang memang ditujukan buat sasaran bulan-bulanan dalam konteks komedi. Tapi Extreme Job menggagas pairing dan mix and match-nya jauh lebih cermat bahkan mungkin sulit terpikirkan.

Ryu Seung-ryong, aktor watak dari Miracle in Cell no.7 sebagai Kapten Go, Lee Dong-hwi, Gong Myung serta Jin Sun-Kyu dari The Merciless yang memegang porsi paling komikal bersama aktris Lee Hanee (Fabricated City) benar-benar berhasil membentuk tim kuintet polisi underdog yang saling mengisi karakter bersama timing komedi yang tak pernah sekalipun meleset. Masih ada pula aktor terkenal mereka, Shin Ha-kyun (Joint Security Area, Sympathy for Mr. Vengeance, My Brother) yang sekali ini kembali kebagian peran antagonis.

Dengan amunisi sekuat itu, termasuk word of mouth yang akan terbangun sangat kencang lewat finale gila-gilaan yang bisa membuat pemirsanya sakit perut di tengah pacuan adrenalin, Extreme Job memang layak menyandang rekor-rekor pencapaian box office-nya. Ada banyak mungkin karya-karya sinema Korea yang bagus, tapi paduan yang dihasilkan Extreme Job – percayalah, ini bukan hal yang bisa kita temukan setiap saat di film mereka. (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)