Home » Dan at The Movies » MISTERI DILAILA (2019)

MISTERI DILAILA (2019)

MISTERI DILAILA: A WACKY, ZANY, OVER-INSPIRED CRIME THRILLER WITH ADDED DOSE OF ASIAN HORROR

Sutradara: Syafiq Yusof

Produksi: Skop Productions, Astro Shaw, 2019

Tak seperti film kita yang sering dirilis di bioskop-bioskop Malaysia, bioskop kita terhitung jarang sekali mengimpor film Malaysia. Untunglah, beberapa film Box Office mereka belakangan bisa hadir di sini. Setelah horor Munafik 1-2 dan Dukun tempo hari dan menyusul Polis Evo 2 yang juga diramaikan bintang kita, ada Misteri Dilaila yang juga mencatat sukses fenomenal di negaranya, sekaligus mendobrak treatment film dengan dua ending berbeda yang ditayangkan berbarengan setelah Unfriended: Dark Web yang urung hadir di bioskop sini.

Datang dari suksesi terbesar insan film mereka – aktor, produser, sutradara Yusof Haslam, Syafiq Yusof, aktor dan sutradara muda yang juga adik Syamsul Yusof dari Munafik, Misteri Dilaila adalah sebuah thriller kriminal – psikologis berbaur horor yang tengah heboh dituduh menjiplak film TV AS tahun 1986, The Vanishing Act (dibintangi Elliott Gould & Margot Kidder). Sulit ditampik mungkin atas kesamaan plot, karakterisasi hingga pengadeganan, namun sejatinya, The Vanishing Act sendiri memang merupakan adaptasi drama panggung A Trap for a Lonely Man yang sebelumnya sudah diangkat ke 2 film TV lain – Honeymoon with a Stranger (1969) dan One of My Wives is Missing (1976). Belum lagi menyebut adaptasi tak resmi Bollywood – Khoj (1989) dan Tamil yang semua adegannya saling mirip-mirip.

Setelah mendapat serangkaian kejadian aneh di malam pertama liburannya ke sebuah villa di Fraser’s Hill, Pahang, bersama sang istri, Dilaila (Elizabeth Tan), Jefri (Zul Ariffin) menyadari bahwa Dilaila hilang secara misterius keesokan paginya. Melapor ke polisi di bawah penanganan Inspektur Azman (Rosyam Nor), Jefri kemudian disambangi oleh Imam Aziz (Namron) yang mengaku telah menemukan istrinya. Namun ia semakin terkejut ketika wanita yang datang (Sasqia Dahuri) ternyata mengaku sebagai Dilaila. Tanpa adanya bukti jelas, bahkan dengan kedatangan Farid (Mas Khan), adik Dilaila yang ikut mengakui wanita itu sebagai kakaknya, Jefri harus berusaha mengungkap apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Skrip yang ditulis sendiri oleh Syafiq memang terasa sekali punya kemiripan terlalu dekat dengan film-film adaptasi drama panggung tadi, belum lagi ke set hingga pengadeganan. Namun harus diakui – caranya membangun ketegangan secara bertahap dengan sedikit playful – menyemat horor, komedi situasional termasuk penggunaan mask transition di penyuntingannya, ditambah dukungan aktor-aktor senior seperti Rosyam Nor dan Namron, tanpa pula memerlukan durasi panjang, bekerja cukup baik memancing keingintahuan penonton terutama yang belum pernah menyaksikan film-film itu.

Meski tak ada yang terlalu spesial di penggarapan teknis lainnya, sematan-sematan elemen horor dan supranatural dari penampakan hantu ke serangkaian jump scare – walau kerap bermain di ranah-ranah kelewat tipikal, bisa ditempatkan secara cukup efektif untuk mendistraksi lubang-lubang kecil dalam bangunan logika twist berlapis yang lebih kuat di versi ending pertama ketimbang satunya. Sementara di porsi sentralnya, Zul Ariffin dan Sasqia Dahuri juga bermain cukup baik, paling tidak, ending versi pertama bisa sedikit lebih berlindung di balik alasan-alasan terinspirasi dengan belokan finale yang berbeda.

Selebihnya, masih ada penggunaan lagu Rasa Sayange di balik perdebatan panjang klaim kepemilikan antara Indonesia (Maluku) – Malaysia/Singapura yang lebih dimanfaatkan di versi ending kedua. Apapun itu, sebagai sebuah thriller dengan racikan horor dan sedikit komedi situasi, Misteri Dilaila boleh dibilang cukup baik dan berhasil. Hanya saja – lagi-lagi, sejauh mana persepsi-persepsi tipis antara menjiplak dan terinspirasi yang sangat bergantung ke pengenalan sumber aslinya bisa mendistraksi resepsi penonton terhadap sebuah karya? Silahkan jawab sendiri. (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)