Home » Dan at The Movies » HUMANS: KISAH PARANOIA ROBOT YANG MANUSIAWI DAN EMOSIONAL

HUMANS: KISAH PARANOIA ROBOT YANG MANUSIAWI DAN EMOSIONAL

Created by: Sam Vincent & Jonathan Brackley

Produksi: AMC, Channel 4, Kudos, 2015 – 2018

Image: Dok. Mola TV

Kisah-kisah paranoia soal Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan), dalam hal ini android, manusia sintetis, robot atau apalah sebutan yang lain, memang bukan lagi hal baru di ranah film. Dari film-film fiksi ilmiah hingga serial TV yang jumlahnya mungkin sudah tak lagi terhitung, ini memang sudah menjadi tema yang sangat populer. Tercatat di antaranya yang paling fenomenal walaupun bukan merupakan pionirnya; Blade Runner, The Terminator, Westworld (versi film dan serial) ataupun Artificial Intelligence-nya Steven Spielberg.  

Humans, serial TV produksi 2015 dari Amerika (AMC) dan Inggris (Channel 4 & Kudos) yang tayang pertama kali di Channel 4 di tahun yang sama mungkin satu yang masih jarang terdengar, namun cukup dibicarakan di kalangan kritikus film. Serial yang ditulis oleh Sam Vincent dan Jonathan Brackley ini memang tak sehingar-bingar adaptasi TV dari Westworld; salah satu genre-nya yang paling dikenal beberapa tahun belakangan, dan hanya bertahan hingga musim ketiga (2015 – 2018). Namun bukan berarti ia tak layak buat disimak, terutama karena pendekatannya yang memang lebih sederhana dan tak menjual adegan-adegan aksi seru ataupun dipenuhi polesan CGI.

Mengambil pendekatan struktur penceritaan yang berbeda, Humans yang sejatinya diangkat dari serial drama fiksi ilmiah Swedia Real Humans (2012) kreasi Lars Lundstrom ini lebih menyorot latar paranoia terhadap kecerdasan buatan ini ke arah pemikiran-pemikiran provokatif secara sosio-kultural yang mempertanyakan teknologi masa depan sangat dekat dengan perkembangan yang ada sekarang. Kira-kira seperti apa kalau di masa yang sangat tak jauh dari sekarang, robot-robot yang di sini disebut ‘synths’ ini dipasarkan untuk macam-macam kebutuhan rumah tangga dari ART hingga perawat medis pribadi? Daya tarik utamanya sendiri adalah synth misterius bernama Anita yang diperankan oleh Gemma Chan.

Image: Dok. Mola TV

Sorotan utamanya adalah keluarga Hawkins yang baru saja membeli synth wanita yang mereka beri nama Anita (Chan) untuk mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Saling bertolak belakang, selagi Joe (Tom Goodman-Hill) menganggapnya sangat dibutuhkan, istrinya Laura (Katherine Parkinson) selalu tak nyaman dan penuh prasangka terhadap Anita. Tiga anak mereka pun punya sikap kontras; Mattie (Lucy Carless), si sulung yang cenderung membenci synth hingga sering mencoba meretas program dan mem-bully synth bersama sahabatnya, Harun (Manpreet Bachu), sementara Toby (Theo Stevenson), adiknya malah tertarik secara fisik kepada Anita dan si bungsu Sophie (Pixie Davies) justru menyayangi Anita hingga kerap dicemburui Mattie.

Lalu ada detektif yang bertugas di satuan Special Technologies, Pete (Neil Maskell) yang juga selalu mencurigai synth dan mencemburui istri lumpuhnya dengan synth laki-laki fisioterapis mereka, ilmuwan George Millican (William Hurt) yang sangat menyayangi synth-nya, Odi (Will Tudor), namun terpaksa mengganti Odi dengan synth perawat medis Vera (Rebecca Front) karena malfungsi namun tak sampai hati menon-aktifkan Odi, dan di balik semuanya – 3 sosok synth misterius Leo (Colin Morgan), Max (Ivano Jeremiah) dan synth PSK, Niska (Emily Berrington) – ketiganya adalah conscious synth, synth yang masih memiliki ingatan masa lalu atas implan program yang tak sempurna dalam sebuah misi rahasia yang mereka simpan rapat-rapat. Semua koneksi karakter-karakter inilah yang menjadi konflik utama yang baru akan dibuka satu-persatu sejalan dengan guliran episode-episodenya.

Membangun koneksi-koneksi yang saling terkait terhadap ide besarnya soal paranoia kecerdasan buatan ini, Humans memang tak serba bergegas dan lebih memilih untuk bergerak pelan menelusuri konflik-konflik personal hingga psikologi karakternya. Kompleks namun tak terasa membosankan, penulisan Vincent dan Brackley juga terlihat leluasa memberi celah-celah misterius bahkan ke karakter Sophie yang belakangan diceritakan memiliki gangguan psikologis fiktif terkait identifikasi sosialnya ke synth. Belum lagi soal sikap dan motivasi tiap karakternya yang tergambar dengan detil-detil emosi hingga ke peralihan humanitas masing-masing. Laura misalnya, tak lantas tergambar sebagai karakter penuh prasangka yang serta-merta saja, namun didasari motivasi kuat di balik sosok seorang ibu di tengah dilema keluarga dan tuntutan profesinya. Begitu pula keterikatan Milligan dengan Odi. Semua naik turun perkembangan karakter ini membuat Humans jadi sangat menarik untuk ditelusuri karena bukan sekadar menjual hal-hal yang sudah sering kita lihat menjadi elemen film-film di genre sejenis.

Image: Dok. Mola TV

Tampil paling meyakinkan menokohkan synth di lini utamanya tentu adalah Gemma Chan sebagai Anita. Gesturnya sebagai seorang android muncul dengan meyakinkan lewat arahan koreografer Dan O’Neill, begitu juga dengan Emily Berrington sebagai Niska, dan selain aktor senior William Hurt sebagai Milligan – performa pendukung lainnya juga ada di atas rata-rata sebagai sebuah aspek dari serial yang tergarap dengan serius. Namun memang kelebihan Humans sebagai serial bagus yang layak disimak, terutama karena selama ini mungkin luput dari perhatian kita oleh serial-serial TV lain yang punya hype lebih, adalah isu-isu relevan soal psikologi dan humanisme lebih besar yang diketengahkan oleh para pembuatnya. Dan memang seperti itulah seharusnya sebuah karya fiksi ilmiah yang bertujuan untuk memicu pemikiran.

Merupakan tayangan eksklusif di pilihan TV series, Humans musim pertama hingga ketiga dapat disaksikan lewat layanan kanal streaming Mola TV. Sebagai platform hiburan yang menyajikan konten eksklusif dan menarik melalui segmen-segmen yang ada, layanan Mola TV yang punya banyak pilihan beragam dan bertambah terus juga tergolong sangat ekonomis. Hanya dengan mengunduh aplikasi mobile, perangkat streaming full HD Mola Polytron ataupun mengaksesnya langsung lewat situs Mola TV (www.mola.tv), registrasi bisa diakses melalui link berikut: https://mola.tv/accounts/register. Dengan pembelian paket berlangganan seharga Rp. 12.500,- saja, serial HUMANS bisa langsung dinikmati di Mola TV pada gadget dan perangkat Anda. (dan)