Home » Dan at The Movies » ROMULUS – TV SERIES: DRAMA HISTORIKAL TENTANG MITOLOGI DAN KELAHIRAN ROMA

ROMULUS – TV SERIES: DRAMA HISTORIKAL TENTANG MITOLOGI DAN KELAHIRAN ROMA

Created by: Matteo Rovere

Produksi: Groenlandia, Cattleya Film Italy, Sky Italia, 2020

Image: Dok. Mola TV

Terbiasa mengakses serial TV Amerika atau Asia, rasanya kita masih jarang sekali mengakses serial TV Italia. Padahal, tak sedikit juga film-film serial produksi mereka yang mampu menembus distribusi internasional terutama di tengah trend OTT sekarang. 

Romulus, produksi dari perusahaan film yang cukup dikenal di sinema Italia, Cattleya, kanal televisi Sky Italia dan Groenlandia, PH milik sutradara/kreatornya sendiri, Matteo Rovere ini adalah salah satu yang cukup dibicarakan di tahun ini. 

Menceritakan ulang sejarah berdirinya Roma beserta mitologi Romawi secara inovatif, dengan cakupan kombinasi luas dari drama keluarga kerajaan, intrik politik, aksi hingga supranatural, sejarah sampai fantasi dengan elemen-elemen yang dibelokkan jadi lebih modern, tak heran Romulus meraih sukses yang sebelumnya sudah dimulai dari tren internasional yang ada dalam serial Game of Thrones ataupun serial bertema mirip, Rome (2005). Genre fantasi petualangan ini juga dulu sempat marak di sinema Italia era 80an. Meski legendanya sendiri tak bisa dipisahkan dari kisah dua saudara kembar Romulus dan Remus bila pernah membaca mitologi-mitologinya, serial Romulus tak secara langsung mentah-mentah mengambil garisan plot yang persis sama.

Sang kreator, Matteo Rovere sendiri sebelumnya sudah membuat film layar lebar The First King: Birth of an Empire (juga berjudul Romulus v Remus: The First King di Inggris dan judul asli Italia Il Primo Re, 2019) yang kurang lebih bertema sama. 

Entah memang begitu menggemari sejarah yang sangat dekat dengan tempat kelahirannya, Rovere, sutradara berusia 38 tahun ini juga dikenal sebagai sutradara termuda peraih penghargaan tahunan bergengsi Nastro d’Argento dari Asosiasi Kritik Film Italia. Bedanya, serial Romulus ini memang diproduksi dengan production value tak main-main sekelas film-film blockbuster. Tak hanya soal bangunan set yang melibatkan sejarawan, dialognya juga sama seperti The First King yang menggunakan bahasa Latin Kuno lewat supervisi para ahli bahasa. 

Dikemas bak ekspansi The First King ke serial TV 10 episode dengan level produksi lebih masif dan proses syuting selama 28 minggu ini pun menarik karena berlatar sejarah abad ke-8 SM di mana 30 suku di selatan Sungai Tiber yang membentuk aliansi, dikenal sebagai Land of the 30 Kings, dipimpin oleh raja Numitor (diperankan Yorgo Voyagis) dari Alba. Adalah petunjuk dewa di tengah bencana kekeringan yang kemudian membuat sang raja harus menyerahkan tahta pada cucu kembarnya, Enitos (Giovanni Buselli) dan Yemos (Andrea Arcangeli). Dari sini, intrik dimulai karena ramalan Ilia (Marianna Fontana) – pendeta sekaligus kekasih rahasia Enitos terhadap pertumpahan darah yang akan terjadi di antara dua pangeran ini. 

Selagi Yemos berhasil meyakinkan Enitos untuk tak menuruti saran Ilia meninggalkan Alba, raja-raja 30 suku hingga Amulius (Sergio Romano), paman Enitos dan Yemos sendiri mulai memberontak mengincar tahta dan merencanakan pembunuhan terhadap mereka. Di tengah kekacauan yang memuncak, Yemos yang melarikan diri ke hutan mistis bergabung bersama Wiros (Francesco Di Napoli), budak yang bertahan dari seorang dewi misterius, Rumina. Karakter Yemos, Ilia dan Wiros-lah yang menjadi fokus penceritaan Romulus membangun rekonstruksi mitologi lahirnya Roma.

Serial ini ditulis oleh Filippo Gravino, Guido Luculano dan Matteo Rovere sendiri bersama dua sutradara lainnya, Michele Alhaique dan Enrico Maria Artale, keseruan Romulus memang bergulir dengan sangat menjanjikan. 

Kisah perebutan tahta yang tetap menjadi fokus utama di tengah intrik persaudaraan, pengkhianatan, cinta dan sempalan fantasi itu memang hadir dengan set dan detail teknis yang megah serta epik. Pemilihan pemeran juga terlihat pas meski mungkin nama-nama aktor Italia ini belum banyak dikenal oleh pemirsa kita, dan satu hal terbaiknya adalah penggunaan bahasa yang terasa sangat otentik, tak seperti banyak film drama aksi historikal sejenis yang lebih bermain lewat dialek yang terdengar dipaksakan. 

Menjadi salah satu serial eksklusif yang bisa ditonton di kanal streaming Mola TV, Romulus juga dirilis serentak pada tanggal rilis internasionalnya.Sebagai platform hiburan yang menyajikan konten eksklusif dan menarik melalui segmen-segmen yang ada, layanan Mola TV bisa diakses dengan mengunduh aplikasi mobile, perangkat streaming full HD Mola Polytron ataupun mengaksesnya langsung lewat situs Mola TV (www.mola.tv). Registrasi bisa diakses melalui link berikut: https://mola.tv/accounts/register dan dengan pembelian paket berlangganan seharga Rp. 12.500,- saja, kalian bisa langsung menyaksikan ROMULUS secara eksklusif di kanal streaming Mola TV. (dan)