Home » Dan at The Movies » THE FIRST – TV SERIES: DRAMA FIKSI ILMIAH HUMANIS TENTANG EKSPEDISI KE MARS

THE FIRST – TV SERIES: DRAMA FIKSI ILMIAH HUMANIS TENTANG EKSPEDISI KE MARS

Created by: Beau Willimon

Produksi: Westward, Endeavor Content, Hulu, Channel 4, 2018 (1 Season)

Image: Dok. Mola TV

Di tengah banyaknya serial TV bergenre drama atau thriller beberapa tahun belakangan, The First yang berlatar fiksi ilmiah seakan menjadi sebuah penyegaran. Serial TV yang diproduksi bersama oleh Hulu (AS) dan Channel 4 (Inggris) ini merupakan kreasi penulis Beau Willimon (House of Cards) yang ditayangkan September 2018 di AS dan November 2018 di Inggris. The First mengisahkan usaha sekumpulan astronot dalam misi pertama manusia ke Mars, namun bukan dikemas seperti blockbuster layar lebar yang hingar bingar dipenuhi adegan aksi, melainkan lebih menyorot sisi humanis dan intrik-intrik yang berada di baliknya.

Dibuka dengan episode awal yang menggambarkan kegagalan misi pertama akibat kecelakaan saat lepas landas, Tom Hagerty (diperankan Sean Penn), astronot senior yang mulanya bertindak sebagai tenaga supervisi terpaksa mengambil alih mengepalai misi lanjutan atas arahan Laz Ingram (Natascha McElhone), CEO perusahaan yang mendani peluncuran ini bak versi wanita dari sosok Elon Musk. Tom selanjutnya harus memilih lima personil dengan latar belakang ilmu berbeda untuk memulai misinya. Di tengah berbagai masalah, ada Kayla Price (LisaGay Hamilton), Sadie Hewitt (Hannah Ware), Aiko Hakari (Keiko Agena) dan Nick Fletcher (James Ransone) yang akhirnya diberangkatkan memulai misi pertama manusia ke Mars bersama Tom setelah peristiwa gagalnya peluncuran sebelumnya.

Tak terlalu banyak mungkin yang tahu bahwa The First mencatat kiprah pertama Sean Penn sebagai aktor utama di serial televisi. Padahal ia memulai karir aktingnya lewat serial TV Little House on the Prairie, di usianya yang ke-14 sebagai remaja bernama Kid di episode The Voice of Tinker Jones (1974).  Dari episode yang disutradarai ayahnya, Leo Penn ini, Penn sempat muncul lagi 5 tahun setelahnya di salah satu episode serial detektif Barnaby Jones (1979) sebelum akhirnya melejit lewat debut akting layar lebarnya dalam Taps (1981) bersama Timothy Hutton dan Tom Cruise yang saat itu belum banyak dikenal. 

Popularitas yang diraih Penn lewat Taps berlanjut ke sejumlah film yang mendapat resepsi bagus, di antaranya Fast Times at Ridgemont High – masih sering disebut-sebut sebagai salah satu film komedi remaja terbaik hingga sekarang dan thriller aksi berlatar penjara, Bad Boys. Dari situ, karir Penn terus melaju hingga membawanya memenangkan 2 piala aktor terbaik Oscar dalam Mystic River dan Milk

Di tengah anggapan klasik bahwa layar lebar lebih menunjukkan standar keaktoran walaupun aktor papan atas Hollywood boleh saja memulai karirnya dari dunia pertelevisian, Penn memang tak lagi banyak bermain di serial TV setelah menjadi aktor terkenal di Hollywood. Pernah beberapa kali tampil di serial televisi, namun tak lebih dari sekadar pendukung atau cameo seperti di Ellen, Two and a Half Men, animasi Family Guy dan yang masih diingat tentu saja sebagai Eric, tunangan kakak Phoebe (Lisa Kudrow) dalam 2 episode musim ke-8 Friends. The First-lah yang akhirnya membawa Penn kembali ke serial televisi sebagai pemeran utama dengan trend yang ada sekarang, apalagi dengan menjamurnya konten-konten OTT.

Mengetengahkan sentral fokusnya ke seorang astronot paruh baya ambisius yang diperankan Penn di tengah tekanan kegagalan misi awal yang ikut ditangggungjawabinya, The First memang tak bermain di ranah murni fiksi ilmiah melainkan lebih membahas dramatisasi karakter-karakter yang terkait di dalamnya hingga keluarga dan kerabat masing-masing. Bergerak tanpa tergesa, The First memang bukan tipikal space show penuh aksi semacam Armageddon atau bahkan Apollo 13, namun lebih lekat ke drama humanis seperti The Right Stuff. Begitupun, eksplorasi teknologi dan fiksi ilmiahnya tetap menjadi identitas yang dimunculkan lewat dialog-dialog teknis di balik detil-detil rencana dan kendala yang dihadapi para karakter multi ras ini.

Ini juga yang membuat The First jadi sangat menarik di tengah kecenderungan konten-konten serial menggerakkan penceritaannya lewat pola character-based ketimbang plot. Penn jelas bermain paling menarik menokohkan Tom sementara ada nama-nama lain yang cukup dikenal di deretan pendukungnya. Ada Natascha McElhone (Ronin), Oded Fehr (The Mummy), James Ransone (Sinister) dan Melissa George (Triangle, The Amityville Horror) di ansambel pemeranannya.

Sayangnya, musim pertama The First yang ditutup dengan titik peluncuran misi lanjutan itu tak pernah berlanjut karena serial ini dihentikan oleh kanal televisi terkait. Begitupun, bukan berarti The First lantas jadi kehilangan daya tariknya. Menyelami informasi-informasi ilmiah yang menarik bagi penggemar genre-nya sambil menyorot dilema-dilema karakternya dengan sangat manusiawi, seluruh penggarapan teknisnya tetap hadir secara mumpuni. Raihan nominasi Golden Reel Awards dari asosiasi penyunting suara di kategori Broadcast Media: Short Form Effects/Foley dan Visual Effects Society Awards di kategori Outstanding Supporting Visual Effects in a Photoreal Episode – keduanya untuk episode pamungkas ‘Near and Far’, paling tidak sudah menunjukkan hal itu. 

Sebagai platform hiburan yang menyajikan konten eksklusif dan menarik melalui segmen-segmen yang ada, layanan Mola TV bisa diakses dengan mengunduh aplikasi mobile, perangkat streaming full HD Mola Polytron ataupun mengaksesnya langsung lewat situs Mola TV (www.mola.tv). Registrasi bisa diakses melalui link berikut: https://mola.tv/accounts/register dan dengan pembelian paket berlangganan seharga Rp. 12.500,- saja, kalian bisa langsung menyaksikan THE FIRST secara eksklusif di kanal streaming Mola TV. (dan)